Login

 

 
 

Forum POI/ObjekWisata: Kota Agats, Kabupaten Asmat, Propinsi Papua

 
 
 
TopikKota Agats, Kabupaten Asmat, Propinsi Papua
Penulis  Crazy_doctor

(GMT) 02:54:22 Selasa, 18 November 2014 

Tanggapan : 0

Dilihat: 768

Kategori : POI/ObjekWisata 


Kota Agats, ibukota Kabupaten Asmat, dapat dicapai dengan pesawat melalui Merauke ataupun Timika. Beberapa maskapai penerbangan melayani rute Timika-Ewer (AMA dan Trigana), serta Merauke-Ewer (Susi air). Selain itu, terdapat kapal yang rutin melayani Timika-Agats dan Merauke-Agats. Biaya kapal sangat murah, antara Rp. 100.000 – 250.000, dibandingkan dengan biaya penerbangan sekitar Rp. 1.300.000,-. Pesawat yang melayani rute hingga bandara Ewer berukuran kecil, yang kami gunakan hanya dapat mengangkut sekitar 8 orang penumpang. Dari pengamatan, pesawat yang digunakan oleh maskapai Trigana lebih besar dari lainnya. Bandara Ewer memiliki beberapa ruang tunggu sederhana untuk masing-masing maskapai.

Untuk mencapai kota Agats dari bandara Ewer, penumpang harus menggunakan perahu selama sekitar 30 menit. Biaya perahu ini sekitar Rp. 500.000 per perahu per trip.

Kota Agats, adalah sebuah kota yang berada diatas papan. Penyebabnya adalah karena kota ini berada didaerah rawa, sehingga pada waktu-waktu tertentu akan terendam air. Jalan raya berupa papan ataupun beton yang berada sekitar 1 meter diatas tanah. Transportasi yang ada adalah sepeda motor listrik dan jalan kaki. Terdapat sebuah mobil golf dan sebuah becak milik Bupati. Angkutan barang menggunakan gerobak dorong.

Wilayah Bayun dapat dicapai dari Agats dengan speedboat ukuran 85PK dalam waktu 3-4 jam, dengan biaya sekitar Rp. 6 juta (pergi-pulang). Wilayah pantai ini akan sulit dilalui ketika musim hujan/angin, berkisar antara bulan Desember – April setiap tahunnya. Masyarakat biasanya akan menyusuri sungai dari Agats menuju Atsy, bermalam, dan bila saat subuh laut tenang, maka mereka bisa menyusuri pantai ke wilayah Bayun dan Primapun.

Wilayah Mumugu dapat dicapai dari Agats dengan perahu yang sama, menyusuri sungai, dalam waktu 5-6 jam dengan biaya sekitar Rp. 7,5 Juta (pergi-pulang). Ketika musim hujan, biasanya banyak balok kayu/batang pohon yang hanyut di sungai ini, sehingga perjalanan menjadi berbahaya. Hal ini saja sudah memberikan gambaran berapa waktu dan biaya yang harus dikeluarkan, serta bahaya yang harus ditempuh bila seorang pasien harus dirujuk ke RSUD Agats.

Telkomsel adalah satu-satunya penyedia komunikasi telpon selular, dapat dinikmati dibeberapa wilayah saja. Walaupun begitu, dari pengalaman tim survey, sulit sekali untuk menerima ataupun menelpon dari kota Agats, SMS juga memerlukan beberapa jam untuk sampai. Ada beberapa warnet di kota Agats yang melayani pengunjung, masih berfungsi baik walaupun dengan kecepatan kura-kura.

Listrik dari PLN di kota Agats sepenuhnya bergantung pada generator, dan berfungsi dari jam 18.00 – 03.00. Harga bahan bakar yang berkisar antara Rp. 17.000 – 20.000 per liter. Dan sering kali stok bahan bakar tidak mencukupi kebutuhan seluruh warga. Mahalnya harga BBM ini akhirnya mempengaruhi harga-harga barang lainnya.

Diluar itu semua, kabupaten Asmat adalah lokasi yang indah dan masih sangat hijau walaupun beberapa tahun lalu sudah dibabat habis oleh perusahaan kayu di daerah sawaerma.

video singkat perjalanan kami bisa dinikmati di https://www.youtube.com/watch?v=W_JH6a0NQug

 

 Halaman : 1  

 
Tanggapan

Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026