Login

 

 
 

Forum POI/ObjekWisata: Museum Gudang Ransum Sawahlunto

 
 
 
TopikMuseum Gudang Ransum Sawahlunto
Penulis  Boedi

(GMT) 10:06:14 Sabtu, 27 Maret 2010 

Tanggapan : 18

Dilihat: 1308

Kategori : POI/ObjekWisata 


Disela sela pekerjaan di padang bulan April 2010 saya sempatkan sedikit waktu luang untuk berkunjung ke Museum Gudang Ransum.
Museum ini mengoleksi alat alat dapur dan asoserisnya dari yang berukuran biasa sampai ukuran luar biasa. Museum Gudang Ransum terletak di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat yang dulu tersohor sebagai kota penghasil batu bara terbesar di Sumatra Barat. Museum ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pertambangan di Sawahlunto. Dulunya bekas dapur umum buat para manusia rantai yang didatangkan dari Jawa sampai negeri China. Gudang Ransum didirikan tahun 1895. Di museum seluas 2.300 meter persegi. Di Museum ini terdapat Panci, Soblok (alat buat ngukus) dan yg luar biasa adalah kompornya, saat itu kompor yg digunakan adalah BOILER dengan bahan bakar Batu Bara, Uap Panas yg dihasilkan dialirkan ke dalam dapur. Cerobong asap Boiler ini tingginya sekitar 10 meter.

Di museum ini juga dipajang beberapa foto Orang Rantai dan kegiatan pertambangan yang membawa ingatan kita ke tempo doeloe. Gudang Ransum dulunya berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan pekerja Rantai (sebutan bagi tahanan Belanda yang dijadikan pekerja paksa). Mengingat para pekerja Rantai berjumlah ribuan dari berbagai daerah oleh sebab itu membutuhkan ransum (makanan) dalam jumlah besar dan cepat. Karena itu dipersiapkan Gudang Ransum dengan peralatan dapur serba besar.

Gudang Ransum terdiri dari beberapa bagian antar lain bagian dapur umum, gudang persediaan barang mentah, Boiler sebagai kompor, Penggilingan Pad, pabrik Es Batu untuk pengawet/lemari Es, dan rumah pemotongan hewan. Bahan bakar memasaknya dengan sistem uap. Di bawah ruang masak terdapat ruang bawah tanah dengan pipa cerobong yang mengalirkan uap panas untuk 20 tungku. Uap panas ini berasal dari air panas yang direbus dengan menggunakan Boiler di atas perbukitan yang dialirkan uapnya ke Dapur Gudang Ransum.
Menurut Cerita yang tertayang di Ruang Audio Visual (tamu tamu yg datang ke Museum Gudang Ransum akan diajak dulu melihat Video dg layar lebar dan ruang sejuk ber AC), Gudang ransum ini untuk mensupply makan untuk orang orang rantai yg jumlahnya ribuan (Gak ngerti cara bagiinnya makanan untuk ribuan orang, dibayangan saya ada ribuan orang rantai yg ngantri makan disepanjang jalan Museum Gudang Rantai atau mungkin juga makananan di antar ke bangsal/Mess tempat manusia rantai berteduh).

Tips Perjalanan
Mark saja GPS anda di Koordinat S0 40.730 E100 46.852 (saat ini POI Gudang ransum belum ada di peta Nav.net update berikut pasti sudah ada) dan ikutin omongan si GPS (anda akan diantar sampai dekat dekat museum ( sekali lagi baru dekat dekat museum ) jarak Padang Sawahlunto sekitar 80 Km.
Jangan Lupa sebelum sampai Kota Sawahlunto sempatkan makan di Restoran Dendeng Batokok Posisi ada di S0 42.419 E100 47.537 terus sedikit dari pertigaan Sawahlunto.
Setelah dari Museum Gudang Ransum anda bisa ke Lubang Mbah Soero, Museum Kereta dan pulangnya muterin Danau Singkarak keluar di Padang Panjang dan makan lagi di Sate atau RM Padang yg cukup terkenal disekitar sana.
Selamat berjalan jalan
Salam Navigasi



Kompor Boiler Gede


Panci Raksasa


Cerobong Kompor

 

 Halaman : 1  

 
Tanggapan

Boedi, (GMT) 10:27:23 Sabtu, 27 Maret 2010)

 





pemandangan dapur ramsum

Boedi, (GMT) 16:30:11 Sabtu, 27 Maret 2010)

 

Kenapa Jadi Bulan April Ya, Kan Maksudnya bulan Maret...

Buyung Akram, (GMT) 11:25:14 Minggu, 28 Maret 2010)

 

mantab nih artikelnya. Setidaknya nambah pengetahuan atas keberadaan objek wisata yang "tidak umum". Ada foto2 lainnya ga bos

Boedi, (GMT) 14:49:21 Minggu, 28 Maret 2010)

 

Nambah Poto Ya



View Museum Gudang Ransum dari Jalan Raya


Batu Nisan yg tadinya tersebar di Sawahlunto, Kalau diperhatikan tidak ada nama, semua cuma Nomor sekali lagi cuma nomor...duh...


Angkutan Becak, ditempat lain motor BSA (Pematangsiantar), RXking (dimedan) yg ini Vespa (belum nemu Sidecar Vespa ditempat lain)

Boedi, (GMT) 14:57:38 Minggu, 28 Maret 2010)

 





Sebelum kita masuk museum, kita akan mendapat gambaran di AV Room yg sejuk dan nyaman


Inilah Gerobag yg dipergunakan untuk distribusi Nasi dan Dendeng Batokok untuk Manusia Rantai

Boedi, (GMT) 15:01:36 Minggu, 28 Maret 2010)

 





Dendeng Batokok versi Sawahlunto, disini dibakar dendengnya tidak digoreng jadi lebih Maknyus gitu

yp nugro, (GMT) 01:32:33 Senin, 29 Maret 2010)

 

@ pak boedi, kompor boilernya kayak speaker raksasa

Adi DJ, (GMT) 02:04:45 Senin, 29 Maret 2010)

 

pak boedi, itu boiler nya pakai bahan bakar apa ya?

Adi DJ, (GMT) 02:05:29 Senin, 29 Maret 2010)

 

maap kelewat bacanya .. sudah diterangkan.

Boedi, (GMT) 03:10:37 Senin, 29 Maret 2010)

 

Yang saya masih binggung mindahin uap panas dari Boiler ke Kompor/alat alat masak, saya tanya cewek guidenya juga gak ngerti. saya coba cari cari pipa penyalur panasnya gak ketemu...mungkin sudah dihancurkan/hilang dll

Deny, (GMT) 14:44:12 Selasa, 30 Maret 2010)

 

Mantap tuh pak...Ayo kunjumgi Objek wisata Sumatera Barat..Masih Banyak lg Lhooo...

KreatifAkuisisi, (GMT) 15:53:16 Selasa, 30 Maret 2010)

 

Pak Boedi,itu tuh di Indonesia bukan sih,apik dan resik sekali yah...apa karena museum LOL.
Favoritku photo cerobong asapnya,warna awannya itu lho yang asyik sekali.
Mantab juga yah makanan orang rantai...mau dong ransum begitu sih....

Boedi, (GMT) 17:15:08 Selasa, 30 Maret 2010)

 

Di Indonesia bagian Sawahlunto....Ada yg menarik lagi diSawahlunto....Ada mesjid yg menaranya menggunakan bekas cerobong asap....tadinya saya merasa aneh saja bentuk menara mesjid tsb...tinggi dan dari bawah keatas diameternya hampir sama ....rupanya bekas cerobong asap pembangkit listrik yg di modif jadi menara mesjid....nanti saya cariin photonya

Boedi, (GMT) 17:19:01 Selasa, 30 Maret 2010)

 


Boedi, (GMT) 17:21:36 Selasa, 30 Maret 2010)

 

Mas Steve ini gambar menaranya, bekas cerobong asap pembangkit listrik



Ex Cerobong menjadi Menara Mesjid

KreatifAkuisisi, (GMT) 01:39:57 Rabu, 31 Maret 2010)

 

Oh Indonesiaku,coba semuanya seperti itu serba hijau,segar kayaknya berada distu...?

ndip, (GMT) 01:57:48 Rabu, 31 Maret 2010)

 

Bandung tahun 90-an, terutama di daerah Dago Atas terus ke atas juga mirip2 seperti ini Bung Steve. Atau daerah Gegerkalong ke atas.
Tempat favorit buat refreshing, boncengan ma temen naek Honda 80-an...


Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026