Forum Peta: Dwipekan Peta Indonesia 2006, 16 September 2006 s.d 1 Oktober 2006 |
| |
|
|
| |
|
| Topik | : Dwipekan Peta Indonesia 2006, 16 September 2006 s.d 1 Oktober 2006 |
| Penulis |
: Tanah Air |
(GMT) 11:26:56 Selasa, 05 September 2006
|
| Tanggapan |
: 0 |
Dilihat: 1237
|
Kategori : Peta
|
|
"DWIPEKAN PETA INDONESIA 2006"
NAMA KEGIATAN
DWIPEKAN PETA INDONESIA 2006
TEMA
"Mengapresiasi Peta Nusantara, Memetakan Kesadaran Indonesia"
PENYELENGGARA
Institut Tanah Air dan IEMI (Indonesian Education Management Institute)
LATAR PENYELENGGARAAN
Kegiatan Dwipekan Peta Indonesia 2006 didasari oleh beragam 'Latar Faktual' persoalan biasa dan sederhana, namun yang membutuhkan jawaban mendesak dan serius. Ketika terjadi gelombang tsunami Aceh 2004, barulah kemudian berbagai pihak menyadari pentingnya keberadaan hutan bakau/mangrove. Ketika terjadi berbagai bencana banjir lainnya, soal pembalakan hutan menjadi terbicarakan. Namun hingga sekarang, publik tetap belum bisa mendapatkan akses informasi soal sejarah peralihan/peruntukan lahan, termasuk informasi termaksud yang terekam melalui media peta.
Sebelumnya, ketika lepasnya Pulau Ligitan dan Sipadan sebagai bagian dari kedaulatan wilayah Negara Indonesia pada tahun 2002, hadirlah kebijakan baru sekaligus perubahan paradigma Pemerintah Indonesia dalam penataan kawasan perbatasan antarnegara dengan menjadikan "wilayah perbatasan sebagai halaman depan/ pintu gerbang wilayah negara". Berbagai program pendataan, penamaan, reklamasi serta pemetaan yang dilakukan kemudian ditandai oleh kecenderungan kurangnya koordinasi antar instansi yang melakukan kegiatan-kegiatan hampir sejenis. Tak heran, keluaran datanya pun berbeda. Pendataan akhir tahun 2004 Departemen Kelautan dan Perikanan serta Departemen Dalam Negeri menunjukkan bahwa dari 17.504 jumlah pulau di Indonesia, maka sebanyak 7870 merupakan pulau bernama dan 9634 untuk pulau belum bernama; sementara Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) menunjukkan angka 9000-an untuk pulau telah bernama.
Sementara di sisi lain, keberadaan peta-peta lama Indonesia pra-kemerdekaan 1945, dalam banyak hal sesungguhnya dapat banyak berarti sebagai materi pelengkap, bahkan pada aspek tertentu dapat sebagai rujukan utama. Serial peta wilayah Indonesia yang dibuat oleh US Army pada periode 1942-1945 misalnya, mencakup impresi yang amat beragam mengenai sumberdaya alam, tempat-tempat penting dari segi sosial budaya, gerakan pendidikan lokal, peruntukan lahan untuk area perkebunan, sebaran hutan mangrove di daerah kawasan pantai, serta menunjukkan akurasi yang tinggi untuk perbatasan antarnegara dan residensi.
Di tengah terbatasnya ketersediaan model "pendekatan, metode, dan materi peraga pendidikan kewargaan berbasis kepentingan publik", maka fasilitasi kegiatan publik semacam Dwipekan Peta Indonesia 2006 yang bermuatan 'edukasi kewargaan' dipersiapkan dan diselenggarakan sebagai salah satu alternatifnya.
TUJUAN
1. Mengenalkan aspek multinilai –sekaligus mendorong apresiasi konstruktif publikâ€â€dari/terhadap berbagai jenis peta historis dan peta tematik (berimpresi pendidikan, budaya, sumberdaya alam, ketahanan wilayah).
2. Sebagai jembatan kesempatan bagi berbagai pihak untuk saling mengenal perspektif, bertukar pemahaman, sekaligus menjajaki kerjasama aktivitas, yang didasari oleh kemanfaatan aplikatif dari peta baik sebagai produk pengetahuan maupun sebagai instrumen sejarah.
3. Memberikan kesempatan kepemilikan koleksi peta historis dan tematik kepada pengguna (institusi dan perorangan) yang membutuhkan, terutama yang ditujukan untuk program-program edukatif, inovatif, dan atau tujuan pendokumentasian kearsipan.
4. Tujuan khusus: sebagai dukungan terhadap gerakan filantropi pendidikan, khususnya dalam perintisan program "Pusat Dokumentasi Pendidikan Indonesia".
BENTUK KEGIATAN
1. Pameran 201 peta koleksi
Pameran koleksi terpilih peta-peta bersubyek kawasan dalam wilayah Indonesia, dari periode pembuatan tahun 1864 – 1946. Sebanyak 201 buah peta terbagi dalam 11 kelompok tematik, dapat diapresiasi oleh pengunjung sepanjang kegiatan berlangsung.
2. Lelang 11 kelompok peta tematik
Kesempatan kepemilikan peta koleksi (versi repro untuk semua item terpamer serta versi asli untuk item tertentu) bagi pengguna yang membutuhkannya.
3. Pelatihan Dasar Apresiasi Peta
Acara yang memberikan kesempatan bagi kalangan pelajar, mahasiswa serta peminat umum, untuk mendapatkan penguasaan dasar dalam memahami multinilai dari peta melalui pengenalan keterangan-keterangan penjelas pada peta.
4. Sarasehan Guru "Instrumen Peta Dalam Pengajaran Sekolah Dasar"
Acara dialog antar kalangan guru sekolah dasar serta peminat pengajaran dan pemerhati pendidikan, yang memungkinkan adanya pengayaan bersama dalam hal perspektif dan interpretasi, informasi bahan ajar dan pengalaman kepengajaran, sekaligus yang memungkinkan tumbuhnya agenda-agenda dan metode pengajaran yang inovatif.
5. Map Appreciation Doc.
Pendokumentasian visual dan audio yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan, yang mencakup segala respon dan berbagai bentuk apresiasi pengunjung dan peserta kegiatan. Dokumentasi termaksud diproyeksikan untuk bisa digunakan sebagai bahan ajar atau materi peraga bagi berbagai kelas pelatihan di masa mendatang.
TEMPAT & WAKTU
Gedung IEMI, Jl. Utan Kayu Raya No. 20-A Jakarta Timur
16 September – 1 Oktober 2006; Jam 09.00 – 17.00
KELOMPOK PENGGUNA/ PENGUNJUNG
Komponen pelajar dan guru
Komponen mahasiswa dan akademik
Komponen profesi yang menggunakan langsung instrumen peta
Komponen institusi pemerintah dan sektor swasta
Komponen media massa dan lembaga swadaya masyarakat
Komponen umum/ masyarakat peminat lainnya
ORGANISASI PANITIA/PENYELENGGARA
Koordinator Penyelenggara: Shakina Mirfa Nst
Kurator Pameran: Muhammad Hidayat Rahz
Koordinator Pelatihan: Ike Arriany
Koordinator Sekretariat: Ardianto Siregar
INFORMASI :
Jl. Utan Kayu 20 A, Jakarta Timur
Telp. 021-851 6129, 021-9363 5021, 0815-9141621
Fax. 021-858 3536
|
|
|
|