Login

 

 
 

Forum Peta: Ketelitian Peta

 
 
 
TopikKetelitian Peta
Penulis  Teddy

(GMT) 07:12:13 Kamis, 11 September 2014 

Tanggapan : 3

Dilihat: 1716

Kategori : Peta 


Membaca thread soal marking POI dan membuka perpustakaan navnet, ada satu hal yang bisa dibahas kembali tentang peta navnet, yaitu tingkat ketelitian atau keakurasian peta navigasi.net yang dihasilkan dari berbagai kontribusi dan kalibrasi ulang dari citra-citra satelit yang tersedia.

Peta navnet memang menggunakan citra satelit yang disediakan oleh Google Maps sebagaimana artikel dari pak Buyung Akram mengenai cara mengambil potongan-potongan citra yang dihasilkan oleh Google Earth lalu dikonversi untuk bisa digunakan dalam aplikasi GPSMapEdit sebagai alat utama dalam menarik vektor dan konversi tracklog/waypoint. Demikian pula informasi dari beliau, bahwa peta yang dibuat oleh navigasi.net menggunakan hampir 90% hasil digitasi citra satelit yang disediakan oleh Google Maps (http://www.navigasi.net/gofrm.php?c=FS&t=10).

Namun seiring perkembangan para penyedia data citra atau Web Maps di internet, sejak versi 2.0 keatas, aplikasi GPSMapEdit menambahkan fitur layanan citra satelit tidak hanya oleh Google Maps, namun berbagai penyedia seperti: Bing Maps (Microsoft), Yahoo Maps, Here.com dan lain sebagainya.

Dengan adanya berbagai macam penyedia layanan web maps tersebut, peta navnet bisa memanfaatkan layanan tersebut dan tentunya bisa memperbaiki soal keakurasian yang selalu menjadi hambatan dan menjadi pertanyaan oleh berbagai user, terutama juga soal penggunaan alat navigasi GPS.

berkaitan dengan akurasi tracklog/waypoint, sepanjang yang saya tahu, alat GPS yang dijual di pasaran kepada kalangan sipil (umum) terdapat 2 macam, yaitu untuk keperluan navigasi dan pengukuran. GPS navigasi jelas tidak bisa digunakan sebagai alat ukur, adanya sebagai penunjuk posisi dan arah kepada user yang selalu ditampilkan ketelitian akurasinya pada radius (+/-) 3 - 10 meter. Tentu lain halnya dengan GPS khusus pengukuran yang penggunaannya berbeda dengan navigasi. Untuk pembuatan peta navnet, rasanya penggunaan GPS navigasi sudah terbilang cukup untuk digunakan asal bisa bersabar menunggu akurasi yang lebih detil (+/-) 3 meter dan terbukanya ruangan yang tidak menghalangi penerimaan sinyal GPS.

hasil tracklog/waypoint yang diyakini lebih detil akurasinya (radius 3 - 5 meter), bisa digunakan sebagai patokan menggeser citra satelit sebelum dikonversi menjadi polyline jika memang posisi dalam citra satelit melenceng jauh dengan hasil tracklog. Perkiraan radius 3 - 5 meter, saya rasa masih 'mending-lah' (sedang) untuk penunjuk arah, lagipula lebar jalan perumahan minimal 3 meteran untuk masuk satu mobil, sehingga radius 3 - 5 m masih bisa menunjukkan posisi berada di atas jalan.

selain dari masukan tracklog sebagai pembanding akurasi, penggunaan citra satelit pun bisa diandalkan asalkan gambar citranya bersinggungan dengan tepat setiap potongan gambarnya, tidak misalignment antar ruas jalan atau sungai dan tentunya tidak ada awan yang menghalangi. Sehingga tidak membuat ragu ketika membuat tarikan garis. Selain tentang misalignment, usaha untuk melihat posisi yang lebih baik adalah dengan menggunakan citra satelit orthogonal, yaitu citra yang tegaklurus. Penampakkan citra satelit orthogonal ini dapat dilihat dari tegaklurusnya atap bangunan dengan dasar bangunan. Sebagai contoh yang (mungkin) bisa dilihat adalah posisi Monas di Jakarta (S6.17539 E106.82719).

Google Maps
https://maps.google.com/maps?t=h&ll=-6.8150512,107.150476&spn=0.0034264,0.0046011&output=classic&dg=opt

Bing Maps
http://www.bing.com/maps/#Y3A9LTYuNTc1MzkwfjEwNi44MjcxOTAmbHZsPTE3JnN0eT1hJnE9UzYuMTc1MzklMjBFMTA2LjgyNzE5

Here.com
http://here.com/-6.17539,106.8291211,17,0,0,satellite.day

*) Web Maps di atas diakses pada tanggal 11 September 2014

Pada Google Maps dan Bing Maps, citra yang tersedia menampakkan tugu monas yang miring begitupun dengan bangunan-bangunan di sekitarnya. Berbeda dengan Here.com yang menyediakan penampakan tugu monas yang 'hampir' tegak lurus dan bangunan-bangunan di sekitarnya. Artinya kalo ada hasil POI di area belakang gedung, citra yang orthogonal memberikan penglihatan yang luas dibanding jika bangunan yang miring menutupi area belakang gedung.

Kemudian menyoal perbandingan citra satelit, informasi yang saya dapatkan dari Badan Informasi Geospasial bahwa citra yang disediakan oleh Bing Maps menampilkan akurasi yang lebih baik daripada citra Google Maps. Meski akhir-akhir ini, nampaknya Google Maps selalu meng-update citra satelit-nya untuk perbaiki kualitas peta yang dihasilkan karena ada beberapa potongan citra Google yang misalignment antar ruas jalan atau sungai. Dan cepatnya perubahan pada citra Google Maps yang terbaru, bisa membuat hasil tarikan garis harus dicek kembali posisinya.

Adanya penyedia Web Maps alternatif akan semakin mempermudah untuk mengambil dan melengkapi informasi, terutama pada penggunaan aplikasi GPSMapEdit yang teregistrasi versi 2.0 ke atas. Mereka semua adalah penyedia Web Maps yang terbuka untuk umum dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menarik-narik garis sehingga ke depannya peta navnet tidak akan selalu ber-'jiwa' Google

 

 Halaman : 1  

 
Tanggapan

Isra, (GMT) 02:49:15 Selasa, 14 Oktober 2014)

 

Dalam prakteknya seluruh citra satelit digunakan untuk saling melengkapi, saat ini tersedia sekitar 10 gambar citra yang bisa dipakai, untuk kota-kota besar mungkin tidak menjadi masalah tapi pada daerah tertentu bahkan tidak satupun bisa benar-benar baik.

AkRoGun, (GMT) 05:02:25 Selasa, 14 Oktober 2014)

 

Kalo ane sih pake quadcopter ber-GPS dan ber-kamera resolusi tinggi....
#canggih

LatLon, (GMT) 06:04:53 Selasa, 14 Oktober 2014)

 

Oom Isra, ada 10? Buanyak bingitz!

Dari pengalaman narik garis pada 4 Provinsi, berikut urutan citra satelit yang digunakan.

I. deCarta Labs.
II. Esri ArcGIS.
III. Bing.
IV. Google.
V. Here.

Yang menarik, jika kita sering-sering refresh tile pada deCarta Labs, dalam waktu dekat (biasanya kurang dari 2 bulan) mereka akan update citranya entah ini kebetulan atau tidak. Hasilnya, mulai edisi Oktober 2014, peta Navnet untuk Provinsi SulSel, SulUt dan KepRi praktis sudah tidak ada wilayah yang belum ditarik garisnya. Tinggal menunggu beberapa bagian kecil yang belum terbuka.

ESRI ArcGIS meskipun citranya kadang kualitasnya kasar, namun biasanya inilah yang paling akurat jika dibandingkan dengan track-log.

Bing biasanya sebagai pelengkap jika 2 citra satelit tsb diatas tertutup awan atau gelap karena dibawah bayangan awan.

Google dipakai jika 3 citra satelit disebut di atas tidak tersedia. Paling utama digunakan pada provinsi KDI yang memang akhir-akhir ini mereka rajin update. Kalau menunggu Google mengupdate citranya, peta Navnet pada 3 provinsi yang sebut di atas akan berjalan ditempat tanpa progres yang berarti.

Here, paling buruk akurasinya. Di pulau Bintan bahkan error sama sekali meskipun citranya cukup halus. Di Sulawesi pada umumnya, Here sangat buruk hampir tidak bisa digunakan (heran aja kalo' ada yg bilang peta Here cukup mumpuni).

Jadi, peta Navnet sangat tidak tergantung pada Google dalam hal ini Tele-Atlas. Semakin heran saja kalau ada yang menuduh peta Navnet mencontek peta mereka dalam urusan tarikan garis.


Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan.
navigasi.net 2003 - 2026