|
| |
|
| |
Forum Peta: Sharing pengalaman menggunakan beberapa peta GPS |
| |
|
|
| |
|
| Topik | : Sharing pengalaman menggunakan beberapa peta GPS |
| Penulis |
: sansan |
(GMT) 01:35:30 Sabtu, 01 Maret 2008
|
| Tanggapan |
: 20 |
Dilihat: 8373
|
Kategori : Peta
|
|
Sharing pengalaman menggunakan beberapa peta GPS
Memiliki GPS navigator tanpa mempunyai peta GPS ibarat memiliki senapan mesin tanpa mempunyai amunisi: GPS navigator tanpa peta memang masih dapat digunakan namun pasti kurang bermanfaat. Oleh karena itu dalam tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya dalam menggunakan peta GPS Navigator yang pernah saya gunakan selama ini khususnya untuk Jawa dan Bali. Urutan yang saya gunakan dalam tulisan ini tidak mengacu pada kualitas dari peta-peta GPS tersebut namun berdasarkan urutan kronologis peta-peta itu saya gunakan. Ada 3 peta GPS yang pernah saya gunakan selama ini, yaitu: peta City Navigator versi 2.1 dari teleAtlas, Peta GPS share dari Navigasi.net dan Peta Indonesia dari Otomasi.com.
1. Peta City Navigator versi 2.1 dari TeleAtlas
Peta terbitan TeleAtlas ini saya dapatkan sebagai paket Nuvi 200 Deluxe beberapa saat yang lalu. Kesan pertama saya menggunakan peta ini adalah Dari sisi coverage area peta ini CUKUP LENGKAP meng-cover kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Denpasar) terutama untuk daerah pusat kotanya. Namun sayangnya untuk beberapa kota kecil peta ini hanya meng-cover jalan-jalan utama di daerah tersebut sebagai penghubung navigasi antar kota.
Menarik bahwa peta ini memiliki detail yang cukup bagus di jalan-jalan utama utama kota, hal itu nampak misalnya pada tempat-tempat yang diperbolehkan untuk melakukan putar balik (U turn). Selain itu bila kita memperhatikan jalan-jalan yang dipilihkan untuk menuju suatu tempat di daerah perkotaan, nampaknya peta ini sudah di set sedemikian rupa dengan memperhatikan jalan-jalan yang satu arah (one way traffic). Hal lain yang menurut saya cukup bagus dari peta ini adalah dengan cepat dapat menunjukkan jalan lain apabila kita misalnya saja terlambat atau gagal berbelok pada jalan yang telah disarankan. (Apakah hal ini disebabkan oleh karena peta ini tersimpan di memory external?)
Kekurangan terbesar yang saya temukan dalam ini adalah kurang mampu menunjukkan jalan-jalan alternative untuk perjalanan antar kota sehingga waktu tempuh yang kita pergunakan untuk melakukan perjalanan antar kota menjadi cukup panjang. Dalam hemat saya hal ini terjadi karena memang peta ini kurang memiliki ccoverage yang bagus untuk daerah-daerah kecil.
2. Peta share dari Navigasi.net
“Tidak selamanya barang gratisan selalu kurang baik” itu kesan pertama saat saya menggunakan peta share dari Navigasi.net. Mengapa? Karena ternyata peta share dari navigasi.net justru lebih memiliki coverage yang LEBIH LENGKAP dibandingkan dengan peta pertama yang saya gunakan. Kota-kota kecil di jawa timur seperti Madiun, Kediri secara cukup detail ter-cover dalam peta ini, bahkan beberapa gang kecil yang ada dalam kota madiun pun telah tercover. Kelebihan peta ini adalah mampu menunjukkan jalan-jalan alternatif dalam perjalanan antar kota. Berkaitan dengan coverage peta ini kekurangannya adalah pada detail sektor-sektor kecil dalam sebuah kompleks perumahan, dalam peta pertama yang saya gunakan peta dapat menunjukkan jalan sampai di muka rumah, namun anehnya peta dari navigasi.net justru malah tidak meng-cover daerah itu.
Menariknya peta share dari navigasi.net ini hampir seluruhnya juga sudah routable. Untuk nama-nama jalan di suatu daerah bisa dikatakan bahwa peta ini sangat bagus karena hampir semua nama jalan di pusat-pusat kota yang tercover dalam peta ini telah dicantumkan.
Kekurangan terbesar dalam peta share dari Navigasi.net ini bagi saya adalah kurangnya memperhatikan jalan-jalan satu arah di sebuah kota, sehingga jalan-jalan yang disarankan (khususnya bila kita memilih jalan tersingkat) seringkali peta ini memilihkan jalan-jalan yang sebenarnya dilarang karena melawan arus. Selain itu ketidaknyamanan yang saya rasakan saat saya menggunakan peta ini adalah peta ini kurang cepat dalam menunjukkan jalan lain apabila kita misalnya saja karena suatu alasan terlambat berbelok atau tidak mau menuruti sepenuhnya jalur jalan yang dianjurkan oleh peta navigasi ini. Kita harus secara manual menekan fitur detour pada perangkat navigasi dan baru kemudian peta ini berusaha menunjukkan jalan lain yang bisa kita gunakan. (Apakah hal ini saya alami karena peta share dari navigasi.net ini saya simpan dalam memory internal unit nuvi 200?)
3. Peta Indonesia dari Otomasi.com
Peta ketiga yang saya pernah gunakan adalah peta Indonesia dari Otomasi.com. Dari sisi coverage daerah-daerah maka harus saya katakan peta ini SANGAT LENGKAP karena tidak hanya meng-cover daerah-daerah perkotaan di kota-kota besar atau kota-kota kecil saja, namun juga telah meng-cover kota-kota sangat kecil seperti Magetan, Ngawi, Sragen. Selain itu hal yang mengagumkan adalah pada kota-kota sangat kecil sekalipun peta ini sudah meng-cover jalan-jalan kecil di perkampungan.
Kekurangan dari peta Indonesia dari Otomasi.com yang saya temukan dari pengalaman bernavigasi dengan bantuan peta ini adalah tidak seluruhnya routable. Selain itu juga peta ini belum mencantumkan semua nama jalan yang sudah ter-cover dalam peta ini. (masih sebatas pada jalan-jalan utama saja) sehingga dalam pandangan saya peta ini juga kurang bisa membantu apabila kita ingin mencari suatu jalan di suatu kota.
Kesimpulan
Setelah mencoba menggunakan peta-peta tersebut di atas sulit menentukan peta mana yang terbaik. Mengapa? Karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Menggunakan ketiga peta tersebut dan memakainya sesuai dengan daerah dimana kita berada saat itu adalah cara yang paling membantu bagi saya untuk dapat mengoptimalkan penggunaan peta-peta tersebut.
Penutup
Demikian sharing pengalaman saya secara singkat menggunakan tiga peta navigasi yang pernah saya coba. Semoga sharing ini berguna bagi yang membutuhkan informasi tentang peta GPS untuk wilayah jawa-bali. Terimakasih dan Tuhan memberkati kita semua!
|
|
|
|
| |
Halaman :
1 2 |
| |
| Tanggapan |
|
Buyung Akram,
(GMT) 02:15:11 Sabtu, 01 Maret 2008)
| |
Saya ada berencana mengembangkan kembali peta sharemap navnet, supaya lebih baik lagi. Namun tentunya sangat terbatas sekali cakupan area yang bisa dihandle. Saya hanya berkonsentarsi ke daerah yang saya kenal dengan baik (rumah, kantor) sisanya biar member navnet yang kontribusi.
Ada baiknya member navnet belajar bikin peta sendiri, sehingga bisa bikin peta GPS untuk area2 yang diketahuinya, karena itu akan semakin mempercepat terbentuknya peta bersama dengan tingkat keakuratan yang jauh lebih baik 
|
|
Adi DJ,
(GMT) 07:36:15 Sabtu, 01 Maret 2008)
| |
Suhu Buyung. Minta ijin berkomentar
saya termasuk member yang sudah bisa bikin peta sendiri, fully routable, lengkap dengan U-turn dan turn restriction dan jalur satu arah dan constrain2 lainnya. Tentu saja berkat tutorial dari Suhu.
Kesulitan saya tentu saja seperti tulisan Suhu di atas:
quote start:
"sangat terbatas sekali cakupan area yang bisa dihandle. Saya hanya berkonsentrasi ke daerah yang saya kenal baik"
quote end.
Peta buatan saya baru mengcover radius 20km dari rumah. Nah tentu saja untuk daerah yang sudah saya kenal baik, saya nggak perlu pakai GPS sama sekali.
Jadi di situs navigasi.net ini sebenarnya siapa yang bertanggung-jawab menggabungkan peta hasil kontribusi para member? Saya membayangkan kalau Suhu yang melakukan semuanya sendirian tentu saja tidak bakal sanggup. Buktinya sharemap belon diupdate sejak 2006 toh?
Saya pikir navigasi.net perlu suatu struktur organisasi yang lebih baik. Jangan lupa pada cita-cita semula saat situs ini didirikan.
quote start:
"Keterbatasan dan/atau ketidak-tersediaan peta GPS wilayah Indonesia bukanlah suatu penghalang dalam menggunakan perangkat GPS. Dengan kerjasama dan saling tukar-menukar informasi akan letak (kordinat) suatu lokasi, diharapkan akan membantu pengguna situs ini untuk mencapainya."
quote end
Situasi sekarang kan sudah lain dibanding tahun 2004 lalu. Team Teleatlas sedang keliling untuk memetakan Indonesia secara profesional (akurat dan didukung sponsor modal kuat).
Apakah nantinya situs navigasi.net ini akan tetap ada? ataukah hanya sebagai tempat numpang iklan gratis jualan peta, jualan gadget, atau bahkan tempat tukar menukar peta bajakan?
Suhu dan teman-teman; bila ada kalimat saya yang kurang bijak, mohon koreksi.
Peace! semoga berkenan...
|
|
sansan,
(GMT) 13:27:39 Sabtu, 01 Maret 2008)
| |
Rekan-rekan semua,
Saya sebenarnya ingin menambah kelengkapan peta di nav.net sekurang-kurangnya untuk daerah yang selama ini belum ter-cover dalam peta nav.net saat ini. Namun keterbatasan yang saya miliki saat ini adalah: Ketersediaan software dan keterbatasan kemampuan saya. Dengan keterbatasan yang ada pada saya dan bermodal belajar dari forum ini serta software gratis, selama ini saya baru bisa membuat tambahan track-log dan menggabungkannya dengan peta menjadi jalan. Namun itupun hanya terbatas sampai pada polish format. Saya tidak tahu apakah ada yang bisa menindaklanjuti, atau mengolah tambahan kurang berharga bisa saya buat sampai saat ini. Bila ada yang berkenan tentu saya akan melakukan sebisa mungkin menambahkan-jalan yang belum masuk di peta nav.net sekurang-kurangnya untuk daerah dimana saya berada. Oleh karena itu mohon bimbingannya agar tujuan mulia dari situs ini dapat terwujud. Apa yang harus saya lakukan.
|
|
Buyung Akram,
(GMT) 14:32:07 Sabtu, 01 Maret 2008)
| |
Navigasi.net saya bentuk tidak semata-mata membahas masalah GPS. Ini bisa dilihat bahwa artikel GPS/peta jauh lebih sedikit dibandingkan artikel wisata. Meskipun secara kenyataan bahwa dibagian forum yang lebih banyak dibahas adalah ttg GPS dan pemetaan itu hal yang lain lagi Justru niatan awal situs ini dibuat adalah sebagai database objek wisata di wilayah Indonesia, sedangkan GPS lebih kearah tools untuk menuju kelokasi wisata tersebut.
Indonesia mempunyai kekayaan alam yang menakjubkan, sayangnya campur tangan pemerintah untuk memperkenalkannya sepertinya belum maksimal. Nah disini navigasi.net ingin memberi sedikit peran dengan cara mencatat keberadaan objek wisata dalam bentuk foto dan artikel lengkap kordinat GPS dimana objek wisata tersebut berada. Setidaknya harapan saya,bisa mengurangi minat warga indonesia untuk berwisata keluar negeri dan beralih ke lokasi wisata dalam negeri 
Balik kemasalah peta, selama peta anda sudah siap alias tinggal kompilasi saja, maka secara pribadi saya masih bisa handle. Oleh karena itu sebaiknya kita tetapkan saja aplikasi apa yang menjadi acuan dasar pembuatan peta. Saya rasa saat ini aplikasi mapedit merupakan aplikasi terbaik dan termurah. Saya juga ga berharap muluk-muluk, kalau setiap member bisa bikin peta GPS setidaknya hingga level kelurahan masing-masing saja, hal itu sudah merupakan hal yang menggembirakan.
Secara pribadi,... saya tidak ambil pusing apakah TeleAtlas mau bikin peta sampai selengkap apapun, yang jelas kita sebaiknya punya peta sendiri meskipun jauh dari lengkap namun setidaknya bisa dipakai bersama. Jangan mau kalah ama "tetangga" sebelah yang meskipun Garmin udah punya peta wilayah negaranya, namun peta buatan mereka, bagi saya benar-benar bisa diandalkan 
|
|
sansan,
(GMT) 16:21:38 Sabtu, 01 Maret 2008)
| |
Suhu Silhoutte,
untuk kongkritnya apakah langkah-langkah ini bisa saya lakukan?
1. Membuat track log di jalan-jalan yang belum ter-cover dalam peta nav.net
2. Menyatukan track log itu dengan basic peta nav.net dgn mencantumkan nama jalan yang bersangkutan. Namun karena keterbatasan software(mapedit versi gratis) maka formatnya masih polish.
3. Mengirimkan peta mentah tersebut kepada Anda. Persoalannya adalah: polish format kelihatannya gak bisa dikirim di forum ini. Lalu apa yang harus saya lakukan?
Terimakasih atas bimbingan suhu.
|
|
Adi DJ,
(GMT) 17:46:57 Sabtu, 01 Maret 2008)
| |
sansan,
modal saya hingga hari ini sama seperti Anda saat ini. Software gratisan dan rajin tanya kiri kanan.
Saya menggunakan:
Linux OpenSuse 10.3 untuk Operation System,
GPSMapEdit meskipun hanya tersedia untuk platform MS Windows ternyata dengan sedikit usaha bisa jalan sempurna bersama Linux, ditambah
Online Compiler (semuanya gratis)
Silhoutte;
Bravo Suhu! Saya setuju sekali bila software GPSMapEdit dijadikan aplikasi standar. Meskipun MapInfo keliatannya (or kenyataannya?) lebih aduhai dan nyaman, tapi kan mahaall! Sekarang ini kesannya: GPSMapEdit buat newbie, ntar kalau udah pintar "disarankan" ganti MapInfo.
Sampai disinilah saya mentok, karena saya nggak rela bayar segitu mahal untuk sekedar hobi; juga nggak sudi pakai yang versi illegal; sedangkan nyari teman sejawat yang "masih" pakai GPSMapEdit dan sudi tukeran file mp kok langka.
Kalau saran saya yah Suhu; buatin folder sharemap baru di navigasi.net yang isinya kumpulan polish map (mp); jangan yang udah di-compile jadi img. Kita-kita ini kan susah kalo mau nambahin/memperbaiki sesuatu yang sudah jadi img.
Demikian bila setiap file mp yang dikumpulkan sesuai dengan standar navigasi.net; Penggabungan tinggal copy-paste saja kan? Kompilasi bisa dilakukan member dengan caranya masing-masing. Suhu tinggal bikin tutorial yang banyak dan peta navnet berkembang dengan sendirinya.
Saya menyadari saran di atas mungkin tidak sesuai dengan pemikiran mayoritas member navigasi.net
Konsekuensi dari mem-publish file mp adalah data peta navigasi.net menjadi terbuka. Pihak-pihak beritikad buruk dengan mudah bisa mencuri data navigasi.net, melakukan kompilasi sendiri dan mengakui data sebagai hak miliknya untuk kemudian dikomersialkan. Padahal dapatnya dari navigasi.net gratisan dan ngga pake ikutan survey jalan satu arah + panas-panas nyatetin nama jalan (saya kalau surver muter-muter pake sepeda onthel).
Well, kalo saya pribadi lho yah... saya gak khuatir ada yang mencuri HKI saya. Bagaimanapun juga yang nyolong akan kalah cepat dibanding yang bisa bikin sendiri.
Member navigasi.net kan tersebar dimana-mana di seluruh Nusantara. Benar harapan Suhu; bila masing masing bisa nyumbang peta kelurahannya sendiri dengan akurat; wah peta navigasi.net tentu saja ngga ada tandingannya.
Kalau toh kelak peta navigasi.net yang lengkap dan gratis masih dicuri pihak lain utk diperjualbelikan. Salah sendiri buat yang mau bayar.
|
|
Buyung Akram,
(GMT) 10:34:36 Minggu, 02 Maret 2008)
| |
Bos sansan, daripada habisin tenaga buat bikin tracklog mendingan dipakai buat trace citra satelit google. Kalau daerah jakarta kemungkinan besar saya sudah memiliki semuannya.
Mapedit versi gratis memang tidak bisa digunakan untuk koneksi peta google via internet, namun bisa membuka filenya bila sudah ada di harddisk. Gabung aja di tema forum 'ngumpul yuk' dan hadir saat gathering tanggal 4 besok ;-)
|
|
sansan,
(GMT) 10:51:34 Minggu, 02 Maret 2008)
| |
Suhu Silhoutte,
Makasih masukannya. Track log yang saya buat sambil jalan kok, jadi gak pakai waktu khusu. Btw, saya di magetan jatim nih suhu, jadi gak bisa ikut ngumpul. Btw, kalo saya dikasih file-nya dan tutorial dalam trace citra satelit maka dengan senang hati saya akan melakukannya.
|
|
aim,
(GMT) 14:28:59 Minggu, 02 Maret 2008)
| |
saya siap membantu navigasi.net untuk kompletin peta solo (kebetulan saya di solo), terutama daerah daerah yang belum terjangkau .. cuman sayang banget karena nubie dibidang saya beli nuvi200 yang gak ada tracklog ..saya pikir tracklog perlengkapan standard gps ...hehe jadi malu .. setiap sabtu saya bisa jalan survey keliling .. rada nyesel beli nuvi .. harusnya ambil etrex vista ..sekarang bingung mau nyumbang kontribusi apa ke navigasi.net ..soalnya gpx nya dari nuvi gak ada tracklog . padahal mau coba download share map nya ..
kalau ada teman nav.net di solo ..yang punya gps lebih baik saya siap nemanin untuk survey ke daerah sekitarnya untuk tracking... kebetulan saya ada motor so lebih gampang jalanya
|
|
aim,
(GMT) 14:30:52 Minggu, 02 Maret 2008)
| |
tapi biasanya orang orang di solo punya motor semua yah hehehe .. tinggal meluangkan waktu doank buat survey and tracking .. baru beli gps 4 hari nih..
|
|
Buyung Akram,
(GMT) 01:33:11 Senin, 03 Maret 2008)
| |
Bos bikin peta solo-nya cukup pakai GoogleMapnya MapEdit saja, udah lengkap dan irit bensin. But kalau mau buat nambahin POI + nama jalan memang mesti survey langsung.
Pengalaman sih, kalau orang yang lahir disutau tempat, biasanya sudah hafal nama-nama gedung saat melihat dari citra satelit 
|
|
dedy,
(GMT) 02:19:42 Senin, 03 Maret 2008)
| |
mas adi sepertinya navnet cab. jawa timur sudah waktunya ketemuan hehe. saat ini sepertinya mapedit sudah tambah canggih. banyak tambahan fitur. saya beberapa saat lalu ketemu suhu dan sudah disarankan untuk kembali lagi ke map edit hehe.
sebelum kembali ke mapedit saya mesti pastikan dulu data saya tidak perlu kembali ke mapinfo. karena kelebihan mapinfo saat ini adalah bisa editing masal, saya belum tahu apakah mapedit sdh mendukung?
di sisi lain mapedit sdh ada fitur turn restriction dan lainnya untuk routable, jadi mudah deh bikin routable map.
saya sdh janjian sama bagonk jumat ini tapi kayaknya gak bisa deh kan jumat ini libur hehe
|
|
Adi DJ,
(GMT) 03:51:31 Senin, 03 Maret 2008)
| |
setuju Pak Dedy! kita juga harus proaktif seperti temen-temen di jakarta. Sialnya jum'at ini saya sudah terlanjur janji jaga piket. sedangkan minggu ke-3 yang banyak tanggal merah itu juga sudah janji nemenin keluarga.
Kalau kemaren sih saya memanfaatkan acara "ketemuan" dengan mas bagonk di irc. Lumayan saya nambah banyak ilmu juga.
|
|
Buyung Akram,
(GMT) 04:25:22 Senin, 03 Maret 2008)
| |
Nah, gt dong adakan pertemuan tingkat propinsi kalau surabaya saya suatu saat pasti join mengingat ortu masih tinggal disurabaya 
|
|
yp nugro,
(GMT) 04:51:54 Senin, 03 Maret 2008)
| |
wah... jadi semangat lagi nih bikin peta, setelah kemarin hopeless krn "harta karun" dari boss silhoutte berupa file2 donlot dari GE tetep gak bisa dibuka dengan Mapedit gratisan. eh bener nih boss file GE-nya bisa dibuka di mapedit gratisan? kok sampe sekarang belum berhasil juga nih walaupun file sudah dipindah ke harddisk? mudah2an setelah ngumpul besok malam bisa terpecahkan.
|
|
5174ck,
(GMT) 15:10:10 Senin, 31 Maret 2008)
| |
Bung Aim, salam kenal dulu. saya juga di solo. mungkin kita bisa jalan bareng untuk survey dan tracking, biar peta navigasi.net tambah maju. Salam semuanya
|
|
arrowz,
(GMT) 08:29:26 Senin, 26 Januari 2009)
| |
saya lokasi di bandung.
saya sudah coba peta navigasi 0.66 dan city navigator 3.02
kesimpulannya:
- city navigator lebih lengkap petanya dan POI nya (untuk daerah saya).
- navigasi lekukan jalannya lebih pas, kalau city navigator lebih lurus-lurus.
keduanya terinstall di gps saya, jadi tinggal ganti2 aja petanya sih.
|
|
mamz,
(GMT) 04:12:00 Rabu, 16 Juni 2010)
| |
dear para suhu semua,..
saya tinggal di cilacap, sudah sebulan ini sy sibuk utak atik gps (76Csx) inventaris dr kantor n s/w yang yg mendukungnya dan udah berhasil install beberapa map ke device sy... sy ingin memberi kontribusi jg dg hasil track log sy krn masih banyak jalan dan POI diwilayah cilacap blm tercover semua di navnet... cuman blm sy upload krn msh sedikit hsl trace log n POI nya...
Nanti jk sudah banyak tracenya pasti akan sy upload, minimal bisa mengcover area cilacap sampai tingkat desa/kelurahan cause sy kerja di PEMDA setempat dan banyak kunjungan ke daerah2 wilayah cilacap.
jika ada member area cilacap yg lain yg mau bantuin n share pengalamannya silahkan PM saya, mulai sore ampe pagi hr sy biasanya belajar edit2 pake gpsmapedit sekaligus OL dirumah membaca forum navnet utk pengetahuan sy... Oh ya kalo ada tambahan tutorial petunjuk bikin/edit peta tolong sy dikasih linknya utk sy pelajari..
Saya bangga msh ada yg care dg kondisi map negara kita.... Maju terus navnet. Kalo ada lg acara gathering,tolong sy dikabarin 'cause sy jg pengin nambah pengetahuan sy... best regards...
|
|
paimoo,
(GMT) 19:59:50 Sabtu, 17 Juli 2010)
| |
karisidenan SOLO, saya siap bantu area Sragen (maklum pekerjaan kolektor, kliling desa) klo ada pertemuan2 ato apa ttg nav.net mohon kabari saya, 081233911116 tq
|
Anda diharuskan login terlebih dahulu sebelum memberi tanggapan. |
|