|
LatLon,
(GMT) 08:47:37 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Sudah pernah disinggung oleh Bos BA mengenai ketiadaan dukungan compiler (pada pidato penayangan v2.26) dari Navitel bagi peta NavNet terutama pada update software mutakhirnya. Itulah sebabnya sejak saat itu NavNet tidak lagi menayangkan peta format .nm3 Navitel.
Sebagai penarik garis sekaligus test pilot, kesimpulan yang ane dapat adalah peta Navitel ini hanya beroperasi sempurna pada mode "Antar Kota Dalam Propinsi". Sedangkan untuk mode "Antar Kota Antar Propinsi" Navitel berulah dengan salah satu bentuknya berupa crash. Kadang berhasil namun membutuhkan waktu kalkulasi yang mengagumkan lemotnya. 
Coba lakukan simulasi autorouting pada daerah pinggiran provinsi yang menyeberang ke provinsi sebelahnya. cukup beberapa ratus meter atau km saja. Tidak perlu dari Central Jakarta. Kejadian, kan?
Sebagai tambahan informasi pada v2.28, source file DKI sudah memiliki 21.0Mb yang tergolong besar untuk ukuran wilayah yang kecil dibandingkan dengan source file Sulawesi Utara yang hanya memiliki 7.3Mb atau Sulawesi Selatan yang memiliki 15.9Mb yang meliki cakupan yang jauh lebih luas. Jadi bisa dibayangkan beban kerja processor / Search Engine GPS saat digunakan di wilayah DKI. 
Beberapa hari lalu saya juga mengamati di MapEdit terhadap suatu wilayah yang baru saja saya set 3D Junctionnya. Create routing di wilayah ini menjadi membutuhkan waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Ini masih di MapEdit (source file mentah belum dicompile) Bagaimana jika sudah dicompile? 
Jika ada pepatah "hari ini lebih baik dari hari kemarin untuk tidak mau tergolong merugi", pada Navitel sepertinya tidak berlaku. Mereka lebih baik "merugi" untuk ditinggalkan user di Indonesia dari pada berusaha memperbaikinya. Tidak hanya Navitel koq yang tidak memberikan dukungan compiler mutakhir bagi peta NavNet, merek sebelah bahkan tidak mendukung peta NavNet bagi produk GPS mutakhir mereka mulai dari jalanan (polyline) yang tidak muncul hingga POI yang pada berhilangan! Bahkan ada lagi merek yang sampai sudah ulang tahun beberapa kali hingga detik ini petanya versi NavNet tidak juga tayang! Apakah errornya ada pada peta NavNet? Ridiculos, kan?
Jika di Negara sebelah ada Dekrit Presiden untuk kembali pada UUD 1945, di Negara NavNet Dekrit Presidennya adalah kembali ke software GPS lawas yang terbukti sampai sekarang tidak bermasalah. 
|
|
KreatifAkuisisi,
(GMT) 09:50:56 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Aku sih kembali ke Laptop dan / atau CarPC
Sudah pada tahu donk dengan aplikasi GPS sederhana pilihannya.
|
|
mbi,
(GMT) 10:06:58 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Aku masih setia saja pakai PDA lawaaas dgn layar 4" diinstall Gxxx pakai Navnet V2.28 lancaaaar jaya, nggak perlu nunggu yang nggak pernah datang 
|
|
Isra,
(GMT) 10:40:01 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Para pembuat aplikasi gps dan distributor di Indonesia yang tidak mau mendukung pengembangan peta Navnet bisa dibilang pada gede kepala alias belagu.!
pada sok bikin peta sendiri-sendiri lalu dijualnya ke masyarakat umun 
coba perhatikan setiap kali ada kontributor yang mengirimkan poi atau tracklog yang ngunduh berapa orang???? padahal developer cuma SATU..
tak bilangin yaa.. secanggih apapun perangkat dan aplikasi yang dibuat tanpa peta navnet ga ada rasanya.. hambar 
saya sendiri sih lebih memilih menggunakan aplikasi yang memang benar2 kompatibel dengan peta Navnet,
untuk Navitel kembali ke v3.5xx dengan skin navnet, dan gmxt yang masih tetep munculin custom poi dengan baik.
sebenarnya adasih harapan pada iGO tapi melihat perkembangan yang ada rasanya terlalu naif untuk berharap apalagi sampai peta tercinta saya ini tidak bisa dinikmati secara luas :P
sorry kalau OOT 
|
|
KreatifAkuisisi,
(GMT) 11:06:49 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Hidup KNAV yang sangat sportif plus dukungan penuhnya terhadap pengembangan peta Indonesia.
|
|
LatLon,
(GMT) 12:10:20 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Ayo KNAV, bikin donk versi Symbian & Androidnya. Biar merek lain cuma cocok dipake dilaut aja! Dilaut kagak bakalan nyasar dah, wong kagak ada POI dan Polylinenya! 
|
|
KreatifAkuisisi,
(GMT) 12:24:33 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Yag lain cuma sebatas mimpi dan janji-janji doank
|
|
Isra,
(GMT) 12:46:20 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
bukannya justru ga ada poi dan polyline malah bikin nyasar om tapi ga perlu juga sih.. dah ada satnav ada AIS dll dsb gak perlu kali gps tempelan 
|
|
LatLon,
(GMT) 12:57:52 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Nganu Oom... Routingnya cukup "Off Road" berupa garis lurus doang! Dari pada disuruh belok kanan/kiri tapi malah menyesatkan! Belum lagi photo JCV atau Lane Assist yang cuma kosmetik tapi esensi mendasar dari GPS sebagai alat bernavigasi darat tidak optimal diaplikasikan. Di mana letak canggihnya selain harga mahal doang yang ditawarkan? Dan bagi penggunanya hanya sebatas pajangan di dashboard dan kebanggan saya mampu beli gadget ini... 
|
|
KreatifAkuisisi,
(GMT) 13:07:24 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Kagak sebut nama om?
|
|
LatLon,
(GMT) 13:21:25 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Lha? Mereka yg berpengalaman pasti tahu lah. Kasihan para pengaku Newbie yang akhirnya merasa tertipu.
Seharusnya sih penyalur merek GPS yang mengaku membundle Navitel di dagangannya memberikan tekanan kepada Navitel Rusia agar memberikan support penuh pada NavNet... Emangnya yg diuntungkan NavNet? Navnet tetap kasih gratis petanya bagi member maupun non member...
|
|
Isra,
(GMT) 13:41:06 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
betul..betul..betul..
Indonesia merupakan pasar yang sangat pontensial, padahal harusnya kan mereka sadar kalau jualan di Indonesia harus mapnya yang lengkap seIndonesia 
apalgi navnet sudah sangat terbuka untuk pemanfaatan petanya. walaupun dibundel tapi ternyata setelah dipakai bermasalah akibat minim apalagi ga ada support dari pemilik aplikasi ya nyesel belinya..
tentunya secara pribadi saya sangat senang kalau kramat motor menggandeng navnet untuk peta KNAV, khusus pengguna KNAV di luar pulau jawa tentunya ga perlu galau kalau mobil yang mereka beli dapat gps tapi cuma buat pajangan doang. binun tan 
|
|
shannon,
(GMT) 13:53:02 Jumat, 24 Agustus 2012)
| |
Terima kasih banyak para senior, saya yang newbie jadi mengerti permasalahannya, seperti kata pak LatLon ya kita kembali ke yang lawas aja atau pakai software yang lain.
|
|
yp nugro,
(GMT) 20:03:10 Sabtu, 25 Agustus 2012)
| |
mohon izin menyimak... sangat disarankan bagi para nyubi sebelum menjatuhkan pilihan membeli gps.
|
|
Pershing,
(GMT) 22:14:05 Sabtu, 25 Agustus 2012)
| |
yep, bukan hanya navitel, bahkan G*rm*n pun tidak support navnet, satu2 nya yang support keknya papago via m3gps, knav is only an oem papago in disguise 
|
|
wawingbs,
(GMT) 07:11:44 Minggu, 26 Agustus 2012)
| |
garmin bukat tidak support...cuma pelan2 menarik support-nya di device2 baru mereka 
CMIIW
|
|
Pershing,
(GMT) 01:47:09 Senin, 27 Agustus 2012)
| |
Sama saja, navitel juga pelan2 menarik support mereka sejak versi 5 
|
|
Cak Arief,
(GMT) 04:25:04 Senin, 27 Agustus 2012)
| |
Siapapun punya hak untuk menarik supportnya , Tapi jangan lupa, selalu ada yang lain yang memberikan free nya(baca: sevenways).
|
|
LatLon,
(GMT) 10:57:23 Senin, 27 Agustus 2012)
| |
Nah, sudah pada paham kan permasalahannya? Simple aja deh. Negeri ini memang sangat luas dan berpotensi pasar yang sangat menjanjikan. Saya hanya berfikir mengapa tidak kita jadikan pemetaan dalam Navigasi.Net ini menjadi proyek nasional karya kolosal anak bangsa. Bayangkan anggotanya yang lebih dari 58 ribu ini jika masing-masing bisa berkontribusi 1 POI setiap 2 bulan maka, betapa kayanya informasi yang bisa disediakan.
Bangsa ini memang belum bisa menciptakan hardware GPS, namun mengapa kita tidak menyediakan petanya untuk konsumsi kita sendiri selaku tuan rumah? Sehingga semua pabrikan GPS yang memasarkan produknya di negeri ini harus tunduk dan patuh menggunakan peta NavNet atau produk sejenis karya anak negeri. Bukan seperti saat ini hanya menjadi bulan-bulanan merek-merek GPS tertentu dengan kedok kerja sama namun dibelakang bertindak lain.
Kita belajar dari sejarah di mana Jepang saat ingin menjajah Nusantara berkedok saudara tua yang akan memberikan kemerdekaan. Namun kenyataannya bangsa ini malah menderita hingga akhirnya mendapatkan Kemerdekaannya dengan perjuangan seluruh anak negeri tanpa bantuan negeri manapun!
Akankan pola serupa akan terjadi pada dunia pemetaan & perGPSan di negeri ini? Mereka datang yang tujuannya adalah menguasai pasar (baca : menjajah dalam tanda kutip) namun kita semua terlena untuk menyadarinya!
Untuk itu, saya mengetuk pintu hati para member NavNet sekalian untuk membuat / menjadikan peta karya anak negeri (tidak hanya tertutup pada peta Navigasi.Net semata, juga komunitas lain yang sejenis) untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Dengan demikian tidak ada lagi produsen/pemasar GPS di negeri ini yang belagu (minjem istilahnya Oom Isra) dengan berbagai macam cara seperti salah satunya menarik dukungannya kepada peta NavNet. Bukankah kita sudah menjadi bangsa yang merdeka?
Jadi, jika ada kekurangan/ketidak validan peta NavNet, mari kita buat sempurnakan bersama. Jika ada GPS yang digunakan di sini tanpa peta asli buatan Indonesia, silahkan digunakan di laut ajah.... 
MERDEKA!!!
|