Login

 

 
 

GPS - Umum: Aplikasi Penerapan GPS

 artikelforum

 

Penulis: Anang Tri Nugroho, 19 Juli 2005;  Telah dilihat: 14294x   



[navigasi.net] GPS - Umum - Aplikasi Penerapan GPS
Gambar 1: GPS sebagai sistem navigasi, bisa digunakan untuk mengukur jarak antara dua titik

Di antara kerumunan wartawan yang berbaur dengan massa demonstran di depan gedung MPR/DPR, tampak seorang wartawan memencet alat yang bentuk dan ukurannya menyerupai ponsel. Sekilas dia seperti tengah menulis SMS. Tak sampai sepuluh detik, wartawan tersebut bergegas mendekati pasukan antihuru-hara dan kembali mengulangi hal yang sama, memencet alat kecil dalam genggamannya, tiba-tiba baak…buuk…buuk!
***
Esok paginya si wartawan tersebut menulis berita eksklusif yang dibumbui opini: Bentrok fisik yang terjadi di Gedung MPR/DPR (21/4) mustahil dipicu oleh lemparan batu yang dilakukan massa demonstran terhadap aparat keamanan. Saat kejadian, jarak terdekat massa demonstran dengan aparat keamanan adalah 180 meter, mustahil pada jarak tersebut seseorang mampu melemparkan batu seberat lima kilogram. Diduga kuat lemparan batu berasal dari provokator yang membaur dengan pedagang kaki lima yang hanya berjarak 70 meter dari aparat keamanan.
***
Ilustrasi di atas mencoba memberi gambaran bahwa GPS lebih dari sekadar alat berat yang terpasang di kokpit pesawat maupun panel kapal. Bukan pula monopoli tentara atau intel yang boleh menentengnya. GPS atau lengkapnya Global Positioning System, adalah alat navigasi yang mampu menyajikan posisi koordinat tempat kita berdiri.

Jika dikatakan di awal bahwa GPS mirip ponsel, hal itu ada benarnya. GPS dilengkapi dengan antena, layar dan sederet tombol, persis tampilan luar sebuah ponsel. Bahkan, jika sekarang beberapa ponsel menyombongkan diri dengan tampil seolah-olah tanpa antena (karena antena menyatu dengan bodi ponsel) beberapa tipe GPS justru telah lebih dulu tampil seperti itu.

Cara kerja GPS relatif sederhana. Saat Anda menekan tombol GPS, antena GPS otomatis akan menangkap sinyal beberapa satelit navigasi yang sedang berada di atas kepala Anda. Perbedaan posisi dan jarak antara satelit dengan GPS memungkinkan terjadinya triangulasi yang akhirnya memunculkan posisi unik untuk setiap jengkal permukaan Bumi. Departemen Pertahanan Amerika Serikat lah yang telah berbaik hati melayangkan 24 satelit navigasi di seluruh permukaan Bumi. Dengan enam lintasan satelit, maka dapat dipastikan setiap sisi muka Bumi dapat terliput selama 24 jam sepanjang tahun.

Pertanyaan yang kemudian muncul-barangkali-adalah: seberapa mahal fee bulanan yang musti dibayarkan agar dapat mengakses sinyal satelit navigasi? Pembayaran dalam mata uang rupiah atau dollar? Jangan khawatir, kita tidak sedang berbicara tentang televisi berlangganan semisal Indovision ataupun sejenisnya. Sampai saat ini pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat masih bermurah hati dan belum berniat menarik iuran. Artinya, pencetlah tombol GPS sesuka Anda dan posisi koordinat akan berjatuhan dari balik awan secara gratis.

Manfaat dan "fitur" GPS genggam (handheld GPS) si wartawan dalam ilustrasi di awal sebetulnya bisa memberikan informasi lebih, semisal arah lemparan maupun jam kejadian. Bahkan jika mau, si wartawan dapat pula memetakan jarak dan posisi pasukan huru-hara, baik di ring I, ring II maupun ring III.

Setiap obyek yang direkam oleh GPS biasa disebut dengan waypoint. Perekaman satu waypoint sangat singkat, tidak lebih dari sepuluh detik. Selain berisi informasi posisi koordinat, waypoint dilengkapi pula dengan note berupa deskripsi singkat mengenai obyek yang direkam, tanggal dan waktu perekaman, elevasi, dan lain-lain.

Perbedaan fitur akan Anda temui pada berbagai merek yang berbeda. Informasi jarak akan muncul otomatis jika Anda memasukkan dua buah waypoint, satu kedalam option from waypoint dan satu lagi ke dalam to paypoint. Tentulah jarak yang disajikan GPS adalah jarak lurus mengingat perhitungan dilakukan berdasarkan beda posisi koordinat.

Jumlah waypoint yang mampu disimpan oleh sebuah GPS genggam berkisar antara 500 hingga 1.000 obyek. Artinya, jika si wartawan ingin memetakan lokasi rumah pejabat, kedutaan besar, terminal, stasiun kereta api, kafe, ATM, bahkan rumah para artis tentulah tidak masalah.

Lebih dari itu, GPS juga dapat sekaligus merekam jaringan jalan yang dilewati. Caranya sederhana, aktifkan GPS dan taruhlah di dashboard mobil, atau ikat di stang sepeda motor jika Anda belum sempat kredit mobil. Selanjutnya biarkan GPS sibuk merekam lintasan yang Anda lewati. Lintasan inilah yang biasa disebut dengan track log. Jika hal ini Anda lakukan terus-menerus setiap kali Anda keliling kota, maka dalam waktu singkat Anda akan memiliki peta Jakarta yang lebih lengkap dari peta Jabotabek buatan Gunther W Holtorf.

Fasilitas map display yang tersedia di dalam GPS memungkinkan Anda untuk melihat persebaran obyek secara spasial. Berbekal GPS yang sudah berisi peta persebaran obyek dan jaringan jalan, seseorang  dapat memilih jalur yang akan dilalui atau menyusun suatu rute jika obyek yang akan dikunjungi lebih dari satu.

Jadi, jelaslah kini bahwa bukan hanya wartawan atau tentara yang perlu menggenggam GPS. Seorang sales, debt collector, perusahaan asuransi, perusahaan waralaba, perusahaan ekspedisi, atau siapa pun yang membutuhkan informasi seketika mengenai sebaran obyek sah-sah saja menggunakan peralatan ini. Sebaran obyek dapat berupa sebaran pelanggan, klien, outlet suatu produk dapat dipetakan dan sekaligus ditayangkan menggunakan GPS. Sebagai contoh, seorang sales coordinator dapat membagikan GPS-GPS berisi sebaran customer yang harus didatangi oleh anak buahnya. Dengan memiliki interface ke komputer, data GPS juga dapat di-download dan ditayangkan dalam komputer selanjutnya dicetak menjadi sebuah peta yang selalu up to date. Bahkan tidak muluk-muluk jika GPS dapat digunakan dalam lingkungan keluarga. Anda dapat memetakan lokasi rumah kerabat Anda di ujung benua sekalipun, rumah teman, lokasi rumah sakit, toko swalayan, ATM, bank, dan tentu saja jaringan jalan menuju tempat-tempat tersebut, GPS dapat membantu Anda lebih dari sekadar agar Anda tidak tersesat.

Harga Seperti peralatan pada umumnya, GPS genggam pun memiliki standar akurasi. Dua hal utama yang mempengaruhi keakuratan GPS adalah Selective Availability (SA) dan multipath. SA adalah upaya sengaja dari pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mengurangi akurasi GPS dalam rangka melindungi negaranya. Awalnya SA menyebabkan akurasi GPS sebesar 100 meter, artinya posisi obyek berada dalam radius 100 meter dari yang seharusnya. Beruntunglah pada awal tahun 2000 Pemerintah Amerika Serikat mencabut kebijaksanaan SA tersebut sehingga akurasi GPS pada umumnya menjadi sekitar 10 meter. Angka ini cukup memadai untuk GPS genggam. Dengan asumsi peta yang kita tampilkan di layar memiliki skala 1:10.000, maka kesalahan 10 meter di lapangan hanya setara dengan 0,1 milimeter di layar display GPS, artinya tidak masalah jika diabaikan.

Keakuratan juga dipengaruhi oleh gangguan yang disebut dengan multipath. Kesalahan ini terjadi akibat sinyal yang ditangkap oleh antena GPS terpantulkan terlebih dahulu ke obyek di sekeliling GPS semisal gedung maupun batang pohon. Artinya, posisi yang terekam oleh antena GPS sebenarnya adalah posisi gedung atau pohon yang memantulkan sinyal tersebut dan bukannya posisi kita berdiri. Untuk menghindari hal tersebut, dianjurkan pada saat mengoperasikan GPS hendaknya memilih lokasi yang relatif terbuka.

Semakin banyak GPS genggam dicari orang menjadikan berbagai produsen berlomba menawarkan harga kompetitif, ujung-ujungnya konsumen yang dimanjakan. Lagi-lagi seperti halnya ponsel, kelengkapan fitur juga mempengaruhi variasi harga. Sebagai gambaran, sebuah GPS genggam dengan 500 waypoint, dilengkapi kompas elektronik, altimeter (pengukur ketinggian permukaan Bumi), map display, layar LCD, dapat dibeli dengan harga tiga hingga lima jutaan. Harga ini setara dengan harga ponsel kelas menengah. Kisaran harga antara tiga hingga lima jutaan adalah harga umum, artinya jika yang membeli instansi pemerintah tertentu mungkin bisa lebih mahal, tergantung mark up yang dibisikkan, atau sebaliknya dapat lebih murah jika kebetulan memperolehnya di black market. Mengenai dua model harga khusus tersebut, penulis memilih tidak berkomentar.

Anang Tri Nugroho SSi,
Geografer, Tinggal di Bekasi

navigasi.net 2003 - 2014