Login

 

 
 

Artikel: Budaya - Tasik Ardi + Pengindelan

 

 artikelgalerilokasiforum

 


[navigasi.net] Budaya - Tasik Ardi + Pengindelan
Bangunan Pengindelan Merah yang terletak dipinggi jalan, sehingga mudah dijangkau oleh kendaraan bermotor. Bentuk bagian atapnya berupa sisi segitiga seperti apa yang umum dilihat pada rumah-rumah

Telah dilihat: 7914x

Penulis

:

   Buyung Akram

Referensi

:

-

 

Lokasi

:

Kasunyatan;Kramatwatu;Serang

Koordinat GPS

:

S6.054156 - E106.143077

Ketinggian

:

4 m

Fotografer

:

 

 

 

 

 

Tanggapan: 0 

 

 

Galeri: 8 

 


Membaca tulisan Pengindelan Merah di papan penunjuk wisata, sempat membuat kening penulis berkerut, maklum baru kali ini mendengar kosakata tersebut. Ditambah melihat bentuk bangunan pengindelan yang hanya berupa sebuah bangunan persegi sederhana dengan ukuran panjang +/- 20 meter kali lebar +/- 7 meter dan tinggi +/- 3 meter. Pada bagian atapnya menyerupai bagian bentuk atap yang umum terdapat pada bangunan perumahan. Sebuah bentuk bangunan yang amat sederhana yang tentunya bukanlah digunakan sebagai tempat pemukiman penduduk apalagi istana raja-raja. Terlebih ketika melongok kedalam bangunan yang ternyata cukup gelap dengan lantai dasar yang dipenuhi genangan air kotor dan beberapa ekor kelelawar yang bergelantungan dibagian atapnya.


[navigasi.net] Budaya - Tasik Ardi + Pengindelan
Bangunan Pengindelan Putih yang terletak ditengah sawah penduduk. Bentuk bagian atapnya berupa lengkungan setengah lingkaran

Dari informasi yang diperoleh oleh penjaga museum kepurbakalaan banten, pengindelan memiliki makna sebagai penyaringan air. Terdapat tiga macam pengindelan di daerah Banten Lama, yakni: Pengindelan Merah (S006.05086 - E106.14614) untung penyaringan air tahap pertama, Pengindelan Putih (S006.04558 - E106.15056) untuk tahap kedua yang tentunya lebih jernih air yang dihasilkannya, sedangkan yang terakhir adalah Pengindelan Emas (S006.04114 - E106.15443) dimana air yang keluar dari bangunan ini nantinya akan dialirkan menuju tempat pemandian raja-raja didalam istana Surosowan.

Air yang diperoleh, berasal dari danau/waduk Tasik Ardi (tasik=danau, ardi=buatan) yang berjarak kurang lebih 2,5 km ke arah barat daya dari Istana Surosowan. Ditengah danau Tasik Ardi terdapat pulau berbentuk segiempat, yang dulunya digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga sultan. Di pulau ini juga ada bangunan dan kamar mandi, yang sisa-sisanya masih bisa dilihat sampai sekarang.

Melalui pipa-pipa bawah tanah, air yang berasal dari Tasik Ardi dialirkan ke Pengindelan Merah,  Putih dan Emas untuk melalui proses penjernihan dan pengendapan kotoran. Sayang sekali ketiga pengindelan ini sudah tidak berfungsi lagi dengan baik, malah untuk Pengindelan Emas bentuk bangunan sudah rusak separuhnya dengan hanya menyisakan bahan bangunan dasarnya saja tanpa atap ditambah dengan tanaman liar dan genangan air yang berwarna kehijauan ikut menambah kesan tak terawat.


[navigasi.net] Budaya - Tasik Ardi + Pengindelan
Bagian dalam dari bangunan Pengindelan Putih. Terlihat jelas tidak ada tiang besar pada bagian tengahnya seperti apa yang terdapat padsa pengindelan Merah

Karena bentuk bangunan Pengindelan Emas yang sudah tidak utuh lagi, dan jarak yang cukup jauh antara satu pengindelan dengan lainnya, tidak terpikir oleh penulis bahwa disamping Pengindelan Merah dan Putih masih ada satu pengindelan lagi. Untunglah petugas museum kepurbakalan banten memberi tahu dan memberikan gambaran akan dimana letak pengindelan terkhir(emas), sehingga penulis berhasil menemukan dan mencatat lokasinya. Ketidak utuhan bangunan Pengindelan Emas ini juga menimbulkan tanda tanya tentang bagaimana bentuk atap dari Pengindelan Emas ini, apakah sama dengan Pengindelan Merah ataukah Pengindelan Putih, ataukah memiliki bentuk atap tersendiri yang berbeda ?

Ketika mencatat koordinat GPS ketiga lokasi bangunan tersebut, penulis mereka-reka bahwa tentunya ketiga bangunan tersebut berada dalam satu garis lurus dan ketika memplot hasil pencatatan ke peta digital keluaran bakosurtanal terlihat jelas bahwa memang ketiganya berada dalam satu garis lurus, menghubungkan pemandian tirta ardi dengan  pemandian yang ada dalam istana surosowan. Data ketinggian untuk ketiga bangunan tersebut menunjukkan adanya beda ketinggian yang semakin menurun dimulai dari Tasikardi dengan ketinggian 4 meter, Pengindelan Merah 3 meter, Pengindelan Putih 2 meter, Pengindelan Emas 1 meter yang kemudian berakhir pada pemandian istana surosowan dengan ketinggian < 1 meter. Tentunya perbedaan ketinggian ini akan sangat memudahkan sekali dalam mengalirkan air.


[navigasi.net] Budaya - Tasik Ardi + Pengindelan
Bangunan Pengindelan Emas yang sudah tinggal separuhnya saja. Bagian atap sudah benar-benar hilang dan tidak diketahui bagaimana bentuk aslinya

Dari kajian arkeologis* yang pernah dilakukan terhadap ketiga pengindelan tersebut menerangkan bahwa:
"Kondisi banten lama yang terletak di pinggir pantai, memiliki lingkungan tanah yang banyak menyerap air laut. Tidak ditatanya perkotaan dengan baik, mengakibatkan kota menjadi becek dan sungaipun selalu kotor. Kondisi perkotaan semacam itu bukan merupakan pemukiman yang sehat. Sehingga berjangkitnya penyakit, selalu bersifat epidemis menjadi wabah yang menular. Korban-korban yang meninggal, tidak hanya menyerang rakyat biasa melainkan juga diderita oleh orang-orang Belanda yang bermukim di Benteng Speelwijk. Karena bertambah ramainya arus lalu lintas, berjangkit pula penyakit yang dibawa oleh kapal-kapal asing yang telah melintasi samudera berbulan-bulan lamanya. Pada tahun-tahun selanjutnya, dengan lingkungan kota pelabuhan yang pengap dikelilingi tembok, wabah penyakit bukan hanya merusakkan daya tahan tubuh penduduk namun tetapi juga melemahkan mental mereka.
Pembangunan air melalui pipa-pipa  yang dialirkan dari danau buatan Tasik Ardi, merupakan satu cara untuk mengatasi lingkungan pemukiman Kota Banten Lama yang 'kumuh'. Tetapi saluran  air itu hanya dikhususkan untuk sultan dan keluarga di Surosowan, tidak menjangkau perkotaan secara keseluruhan."

Sebuah kajian yang cukup menjelaskan tentang asal-usul mengapa dan dengan tujuan apa pengindelan tersebut dibangun, meskipun pada bagian kalimat terakhir terdapat "sisi sedihnya".


[navigasi.net] Budaya - Tasik Ardi + Pengindelan
Tasik Ardi, dulunya merupakan tempat rekreasi Sultan beserta kerabatnya dan digunakan pula untuk menjamu tamu-tamu penting.

Andaikan saja bangunan-bangunan tersebut direnovasi dan difungsikan kembali seperti apa yang telah digunakan pada masa lalu, tentunya akan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana pada masa itu, air tersebut di jernihkan dan seberapa jernih air yang dihasilkannya.

*sumber : Landasan Struktural Perubahan Sosial Pada Masyarakat Banten Lama Akhir Abad ke-17: Tinjauan Sosiologis - Eri Sudewo

navigasi.net 2003 - 2026